Dengan populasi lebih dari 220 juta penduduk, Indonesia adalah perekonomian terbesar di Asia Tenggara, dan negara demokrasi terbesar kedua di dunia. Indonesia telah berjuang keras untuk keluar dari krisis finansial tahun 1998 serta bencana tsunami di tahun 2004.
Walaupun perekonomian Indonesia tergolong berpotensi tinggi dan mengalami pertumbuhan yang pesat, kemiskinan masih tetap terlihat. Sekitar setengah dari penduduk Indonesia yang berjumlah 225 juta hidup dengan pendapatan kurang dari $2 per hari. Selain itu, oleh karena krisis finansial saat ini telah menyebar ke wilayah Asia Timur, banyak rakyat Indonesia yang tergolong rentan akan beresiko semakin jauh tertinggal.
IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, telah berperan aktif di Indonesia selama hampir 40 tahun. Melalui pengembangan sektor swasta secara berkelanjutan, IFC bertujuan mengurangi kemiskinan di Indonesia dengan menciptakan peluang dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
IFC di Indonesia bertujuan untuk:
1. Mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim
2. Meningkatkan pendapatan bagi penduduk di pedesaan
3. Mendukung urbanisasi yang berkelanjutan
Dalam mencapai tujuan tersebut, IFC di Indonesia menggabungkan Investasi dan Pendampingan Teknis untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan bagi mereka yang belum terlayani, meningkatkan akses terhadap infrastruktur, Memperkuat mata rantai persediaan berbasis komoditas, dan memperbaiki iklim usaha.
Layanan Pendampingan Teknis IFC di Indonesia didukung oleh para mitra donor berikut ini:
Australia | The Netherlands | New Zealand | Switzerland |
| | | |